
Pada hari Minggu tanggal 12 Januari 2025 peserta didik dan pembina pramuka SMPN Satu Atap Rejoso mengadakan kegiatan kepramukaan di Roro Kuning, Loceret, Nganjuk. Kegiatan kepramukaan ini dalam rangka pengukuhan bet dan slayer. Kegiatan dilaksanakan dari mulai pagi hingga siang.
Bet dan slayer bukan sekadar perlengkapan. Mereka adalah tanda perjuangan, pengabdian, dan kebanggaan yang melekat pada seorang Pramuka sejati. Untuk mendapatkannya, peserta didik harus membuktikan bahwa mereka mampu menjaga semangat gotong royong, memperkuat kerja sama tim, dan mempraktikkan nilai-nilai yang telah di pelajari.
Setiap petunjuk yang di temukan adalah bagian dari perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang makna menjadi seorang Pramuka. Tantangan ini bukan hanya tentang seberapa cepat dalam menyelesaikannya, tetapi seberapa bijaksana, kreatif, dan sportif peserta didik dalam menjalaninya.
Namun, untuk mendapatkan kedua simbol ini, para siswa harus menunjukkan keberanian, kerja sama, dan kecerdasan. Kegiatan ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menguji mental, strategi, dan kesungguhan hati dalam menghadapi tantangan.
Di sepanjang perjalanan, siswa siswi akan dihadapkan pada petunjuk, teka-teki, dan rintangan yang harus di selesaikan. Mereka harus bekerja sama sebagai satu tim, saling mendukung, dan membangun kekompakan. Ingatlah, bukan kecepatan yang menjadi tujuan utama, melainkan kebersamaan dan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma dalam setiap langkah.
Setiap petunjuk yang siswa tersebut temukan adalah bagian dari cerita yang lebih besar. Dalam pencarian bet dan slayer peserta didik melewati macam-macam rintangan seperti sungai, hutan, dan bukit.
Bukit hutan akan mengajarkan para anggota pramuka untuk mendengarkan suara alam, mengamati jejak-jejak kecil di sekitar, dan menghormati kehidupan liar yang menjadi bagian dari ekosistemnya. Jadikan alam sebagai sahabat, bukan sekadar tempat untuk menantang diri.
Di sepanjang sungai, mereka akan menemukan tantangan. Sungai mengajarkan untuk tetap tenang di tengah arus deras, bersikap sabar saat menghadapi rintangan, dan bersyukur atas setiap langkah kecil menuju tujuan. Jadikan pengalaman ini sebagai pembelajaran, bahwa seorang Pramuka sejati tidak hanya tangguh dalam bertindak, tetapi juga bijak dalam menghadapi tantangan.
Para siswa juga membawa makanan dan memasak sendiri. Dalam pencarian bet dan slayer ini mereka akan banyak menemukan pengalaman baru. Diharapkan para siswa dapat memperkuat rasa cinta terhadap Pramuka sebagai sebuah gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma. Bet dan slayer menjadi simbol kehormatan, sehingga mencarinya adalah bentuk perjuangan untuk membuktikan bahwa setiap anggota pantas menyandang identitas tersebut.
Dokumentasi :
